Sabtu, 26 Juni 2010
Fenomena Skripsi
Jumat, 25 Juni 2010
Yusril Siap Hadapi Proses Hukum

(inilah.com/Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta - Mantan Menkum HAM Yusril Ihza Mahendra mengatakan dirinya siap menjalani proses hukum, terkait kasus dugaan korupsi Sistem Administrasi Badan Hukum (Sisminbakum) di Direktorat Jendral AHU yang tengah membelitnya kini.
Yusril mengaku tidak terkejut saat mendengar penetapan dirinya sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung dalam kasus Sisminbakum. Dirjen Imigrasi malah telah resmi mengeluarkan surat cekal terhadap pendiri Partai Bulan Bintang ini.
"Saya sudah mendengar hari ini, saya tidak kaget dan saya akan menghadapi proses hukum ini," ujar Yusril saat dihubungi INILAH.COM di Jakarta, Sabtu (26/6).
Ia mengatakan dirinya mencium adanya nuansa politil yang kental dalam penetapan dirinya sebagai tersangka. "Itu tercium sejak Panitia Kerja Penegakan Hukum Komisi III DPR RI menghadap Jaksa Agung Hendarman Supandji untuk meminta ijin memanggil Ketua Tim Penyidik, ini tidak ada sejarahnya DPR memanggil ketua tim penyidik," jelasnya.
Dari hal itulah dirinya menilai ada intervensi politik dalam penetapan dirinya sebagai tersangka. Ia menilai nuansa politis lebih besar dari aspek hukum dalam persoalan Sisminbakum.
"Kalau ini maju ke pengadilan apakah hakim-hakim ini masih independen menyatakan mana yang benar mana yang tidak di bawah tekanan politik yang besar," tukas Yusril.
Sebelumnya, Yusril Ihza Mahendra ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus Sisminbakum oleh Kejaksaan Agung. Adik kandung Yusril, Yusron Ihza Mahendra mewakili keluarga turut rpihatin. Namun, keluarga pasrah dan berharap semoga Yusril tidak menjadi korban rekayasa pihak-pihak tertentu.http://www.inilah.com/news/read/politik/2010/06/26/626411/yusril-siap-hadapi-proses-hukum/
Inilah Spanyol vs Portugal

INILAH.COM, Pretoria – Setelah sempat tersendat, Spanyol memastikan diri sebagai juara Grup H usai menumbangkan Chili 1-2 di Loftus Versfeld Stadium. Dengan ini, mereka akan menghadapi Portugal.
Chili pun lolos sebagai runner-up karena Swis gagal memetik kemenangan atas Honduras saat keduanya bertanding di Free State Stadium. Kini Spanyol dan Chili punya enam poin, namun Iker Casillas cs unggul selisih gol.
Swis yang sempat membuat kejutan saat mengalahkan Spanyol di laga pertama mereka, harus menyudahi perjalannya di benua hitam. Dari tiga laga mereka hanya punya empat angka.
Sementara Honduras harus puas jadi juru kunci karena hanya mampu meraih satu poin hasil imbang ini.
Kini, setelah Inggris vs Jerman, salah satu laga di babak selanjutnya yang diperkirakan menarik perhatian banyak penonton adalah Spanyol kontra Portugal yang berpredikat sebagai peringkat dua Grup G. Apa sebab, tentu karena sebagian besar pemain kedua tim merumput di klub elit Eropa.
Namun Chili sendiri tak kalah berat cobaannya karena mereka harus menjajal raksasa Brazil yang menyandang titel juara Grup G.http://www.inilah.com/news/read/olahraga/2010/06/26/626361/ini-dia-spanyol-vs-portugal/
SBY Melempar, Panglima Menghindar
Karena itu TNI tampaknya ragu dan atau belum berani secara vulgar menyatakan kesiapannya menggunakan hak pilih dalam Pemilu 2014. Hal itu terlihat dari pernyataan Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso yang terkesan menghindar enggan menerima 'operan bola' yang disodorkan Presiden SBY tersebut.
"Saya tidak mau mengomentari wacana hak pilih anggota TNI, karena itu wewenang presiden dan DPR," ujar Panglima, Jumat (25/6). Bahkan jenderal bintang empat itu membantah jika wacana pemberian hak pilih bagi anggota TNI pada Pemilu 2014 digulirkan pertama kali oleh petinggi TNI. Mantan KSAD ini mengatakan, pihaknya masih mengkaji kemungkinan TNI menggunaan hak pilih.
"Itu otoritas DPR dan Presiden, TNI hanya melaksanakan saja. Sampai sekarang belum ada permintaan tentang masukan untuk UU tersebut. Undang-undang itu yang membuat DPR dan pemerintah. Undang-undangnya kan belum dibuat, tunggu aja UU-nya," jelas Djoko.
Padahal sebelumnya, SBY sebagai pengumpan 'bola' hak pilih TNI menyerahkan sepenuhnya kepada 'korps loreng' untuk menetapkan kesiapan anggota mereka menggunakan hak pilih pada Pemilu 2014.
"Tentu pada saatnya akan menjaring pendapat rakyat, akan mendengarkan pendapat kalangan TNI sendiri. Kemudian akan dirumuskan apakah 2014 TNI akan menggunakan hak pilihnya, atau masih seperti 2009. Kita lihat saja," ucap SBY (18/6).
Pernyataan SBY diamini oleh Partai Demokrat, partai pemilik kursi terbanyak di parlemen. Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengatakan, yang berhak menentukan siap atau tidak penggunaan hak pilih hanyalah TNI sendiri.
"Yang tahu persis 'jeroan' TNI ya pimpinan dan anggota TNI sendiri, jadi menurut hemat saya penggunaan hak pilih ini diserahkan kepada TNI," ujar Anas.
Berbeda dengan sikap Panglima TNI yang terkesan ragu, bekas Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen (Purn) Bibit Waluyo menolak tegas rencana pemberian hak pilih kepada anggota TNI. "TNI harus tetap netral, sampai kapanpun TNI harus netral jangan dibawa kemana-mana," ujar Gubernur Jawa Tengah ini.
Pengamat politik The Indonesian Institute Rohim Ghazali menilai, Panglima TNI enggan mengomentari hak pilih TNI dikarenakan melihat resistensi yang cukup tinggi dari berbagai kalangan. Baik di DPR, aktivisi, akademisi maupun masyarakat biasa. Oleh karena itulah, Panglima TNI menyerahkan wacana hak pilih kepada pemerintah dan DPR.
"Itu bisa kita pahami sebagai bentuk respon atas banyaknya resistensi di masyarakat, makanya Panglima tidak mau berkomentar. Karena bagaimanapun juga rasa trauma itu masih membekas di masyarakat," tegas Rohim.
Jika Panglima TNI berkomentar lanjut Rohim, dikhawatirkan akan memperpanjang prokontra dan berujung menurunnya kepercayaan terhadap institusi TNI. Padahal, saat ini kepercayaan masyarakat terhadap TNI sudah mulai pulih.
"Kasihan TNI, citranya sekarang sudah mulai bersih kepercayaan publik mulai pulih bisa luntur hanya karena wacana ini. Maka dari itu saya pikir lebih baik wacana ini diendapkan saja, mengembalikan kepercayaan publik bukan hal mudah," ucapnya.
Pengamat militer J Kristiadi mengatakan, dalam menyusun Undang-undang DPR harus menanyakan kepada pimpinan TNI tentang kesiapan prajurit mereka menggunakan hak pilih. Sebab, bagaimanapun juga ada traumatik di sebagian masyarakat terhadap peran politik TNI di masa lalu.
"Di negara-negara yang mengalami trauma karena peran tentara di bidang politik yang terlalu besar di masa lalu, memang hak memilih itu belum diberikan," ujar peneliti CSIS ini.
Sekadar mengingatkan, pada Pemilu 1955 ketika republik ini menerapkan sistem pemerintahan parlementer, setiap anggota TNI/Polri memiliki hak memilih. Bahkan sejarah mencatat, anggota Polri pernah mendirikan Partai Persatuan Pegawai Polisi Republik Indonesia (P3RI) yang merupakan salah satu peserta Pemilu 1955.
Nah akibat memiliki hak pilih itu, pasca-Pemilu 1955 terjadi polarisasi di tubuh TNI/Polri. Ketika itu di internal TNI/Polri dikenal sebutan batalyon Partai Nasional Indonesia (PNI) dan batalyon Partai Komunis Indonesia (PKI).
Salah satu para perwira pendukung PKI adalah Untung Sutopo. Belakangan pada 1965, Untung yang sudah berpangkat Letkol ditugaskan menjadi Komandan Tjakrabirawa, kesatuan elit pasukan pengaman Presiden pada saat itu. Akibat afiliasi politiknya dengan PKI begitu kuat, Untung pun menggunakan pasukan Tjakrabirawa untuk mendukung agenda politik PKI.
Oleh karena itu, Rohim Ghazali menilai sangatlah wajar apabila saat ini muncul kekhawatiran apabila anggota TNI/Polri memiliki hak pilih maka sejarah akan terulang kembali. Akan ada batalyon Partai Demokrat, batalyon Partai Golkar, batalyon PDIP dan batalyon partai lainnya.
http://www.inilah.com/news/read/politik/2010/06/26/625741/sby-melempar-panglima-menghindar/
Luna Maya Segera Susul Ariel
JAKARTA - Polisi sepertinya telah mendapatkan bukti yang cukup untuk menahan Luna Maya. Meskipun mereka masih memeriksa 6 orang yang ditangkap atas dugaan penyebar video panas Ariel.
“Soal Luna Maya, mudah-mudahan hari ini (kemarin) ditetapkan,” ujar Kabid Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Pol Marwoto ditemui di ruang kerjanya di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (23/6/2010).
Pemeriksaan Luna Maya dilanjutkan hari ini. Namun polisi belum mau memastikan apakah aktris Ratu Kostmopolitan ini yang datang ke Mabes Polri, atau penyidik yang mendatanginya.
“Enggak tahu. Kita datang ke sana, atau dia yang datang ke sini,” ujarnya.
Tentang cek fisik Luna Maya, Marwoto belum bisa menjelaskannya. Pasalnya, semua informasi masih ada di penyidik Bareskrim.
http://celebrity.okezone.com/read/2010/06/24/33/346130/luna-maya-segera-susul-ariel
Wisata Museum di Jakarta


Jakarta, 22 Juni 2010
“Enjoy Jakarta” itulah slogan kota Jakarta yang akhir-akhir ini sering kita dengar. Disebut enjoy Jakarta karena Gurbenur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengiinginkan banyak orang dapat menikmati berbagai tempat wisata di kota metropolitan ini mulai dari kebun binatang ragunan yang menyajikan beraneka satwa sampai tempat rekreasi yang memacu adrenalin dengan permainan-permainan yang ada yaitu dunia fantasi atau kita ingin berwisata sambil belajar sejarah mengenai kota Jakarta kita dapat pergi kemuseum-museum yang ada.
Meskipun ditengah kota Jakarta sudah menjelma menjadi metropolitan gedung pencakar langit serta sarana transportasi modern ternyata hingga kini Jakarta masih menyimpan peninggalan sejarah, yaitu berupa museum yang ada di kawasan yang disebut “Kota Tua Jakarta Kota”. Khusus dikawasan kota tua ini ada museum Jakarta (Museum Fatahillah), museum wayang, museum seni rupa, museum keramik, museum bahari, museum tekstil, dan museum Bank Indonesia.
Jika anda ingin menelusuri kota tua ini, anda dapat menggunakan alat transportasi umum Bus Kopami 02 dari stasiun senen, ongkos yang dikeluarkanpun hanya Rp.2.500,-atau anda ingin yang nyaman anda dapat menggunakan BUS Trans Jakarta atau yang akrap dengan sapaan BUSWAY, namun ongkos yang dikeluarkan lebih besar yaitu Rp.3.500,- anda akan diturunkan dishelter stasiun kota. Lalu anda jalan sekitar 50 meter ke utara menuju kawasan kota tua. Saat berjalan menuju kota tua ini anda akan menjumpai orang yang bersepeda onthel menawarkan untuk mengelilingi areal sekitar museum dengan menggunakan sepeda tersebut, hanya dengan merogoh kocek Rp. 25.000,- anda bisa merasakan nikmatnya udara sore hari dikota tua tersebut, disarankan anda menaikki sepeda tersebut disore hari, karena cuacanya tidak terlalu panas disbanding siang hari. Lalu anda juga bisa menikmati jajanan khas Jakarta sambil menaikki sepeda onthel atau sambil berjalan menyusuri areal kota tua tersebut seperti es potong dan kue pepe yang murah meriah, anda cukup mengeluarkan Rp. 2.000,- saja.
Saat anda menyusuri kota tua tersebut pertama anda akan terpesona museum Sejarah Jakarta yang terletak di Jalan Taman Fatahillah No. 2, Jakarta Barat. Anda akan dikenakan biaya Rp. 2.000,- untuk orang dewasa dan Rp. 500,- untuk anak-anak. Areal museum yang luasnya lebih dari 13.000 meter persegi. Bangunannya bergaya arsitektur kuno abad ke-17, Dulunya gedung ini bernama Stadhuis atau Balai Kota. Museum Sejarah Jakarta berdiri pada 30 Maret 1974, Berbagai obyek yang dapat disaksikan di museum ini antara lain perjalanan sejarah Jakarta, hasil penggalian arkeologi di Jakarta, mebel antik mulai dari abad ke-18, keramik, gerabah, dan batu prasasti. Koleksi-koleksinya terdapat di berbagai ruang, seperti Ruang Prasejarah Jakarta, Ruang Tarumanegara, Ruang Fatahillah, Ruang Jayakarta, Ruang Sultan Agung, dan Ruang MH Thamrin. Ada juga berbagai koleksi tentang kebudayaan Betawi, numismatik, dan becak. Bahkan kini diperkaya dengan patung Dewa Hermes yang tadinya terletak di perempatan Harmoni dan meriam Si Jagur yang dipandang mempunyai kekuatan magis. Jangan lupa, di Museum Sejarah Jakarta terdapat bekas penjara bawah tanah yang dulunya sangat menakutkan, penjara ini sebagai tempat hukuman bagi orang-orang yang membangkang terhadap pemerintah Belanda.
Tak jauh dari Museum Jakarta, menyeberang ke arah kiri, terdapat Museum Wayang, Letaknya di Jalan Pintu Besar Utara Nomor 27, Jakarta Barat. Semula bangunan ini bernama De oude Hollandsche Kerk, pemakaian Museum Wayang diresmikan pada 13 Agustus 1975. Museum Wayang memamerkan berbagai jenis dan bentuk wayang dari seluruh Indonesia, baik yang terbuat dari kayu dan kulit maupun bahan-bahan lain. Wayang-wayang dari luar negeri ada juga di sini, misalnya dari Cina dan Kamboja. Hingga kini koleksinya lebih dari 4.000 buah, terdiri atas wayang kulit, wayang golek, wayang kardus, wayang rumput, wayang janur, topeng, boneka dan gamelan. Umumnya boneka berasal dari Eropa.
Setelah anda melihat-lihat berbagai koleksi dari Museum Wayang, anda menyeberang ke arah kanan terdapat Museum Seni Rupa dan Museum Keramik. Kedua museum ini terdapat dalam satu gedung, yaitu Balai Seni Rupa dan Keramik masih dijalan Taman Fatahillah No. 1, Jakarta Barat. Museum Seni Rupa memamerkan aneka macam karya seni lukis dari berbagai aliran, seperti naturalisme, abstrak dan surealisme. Pelukis Indonesia yang karyanya tersimpan di sini antara lain Raden Saleh, Affandi, Sudjojono, dan Basuki Abdullah. Museum Keramik menampilkan koleksi keramik lokal dan keramik asing, baik berupa hasil penggalian arkeologis maupun sumbangan dan pembelian dari berbagai pihak. Keramik Cina terbanyak jumlahnya, menyusul keramik. Jepang, Siam (Thailand), Annam (Vietnam), dan Eropa. Koleksi keramik lokal di antaranya berasal dari Kasongan, Plered, Malang, Palembang, dan Singkawang. Selain keramik tradisional juga digelar kemarik modern atau keramik kreatif hasil karya seniman-seniman Indonesia.
Sedikit ke utara terdapat Museum Bahari. Lokasinya di Jalan Pasar Ikan No. 1, Jakarta Barat. Museum ini menyajikan koleksi yang berhubungan dengan kehidupan kebaharian dan kenelayanan bangsa Indonesia dari Sabang hingga Merauke. Koleksi-koleksi itu terdiri atas berbagai jenis perahu tradisional dengan aneka bentuk, gaya dan ragam hias. Disajikan pula berbagai model kapal modern dan perlengkapan penunjang kegiatan pelayaran. Di sisi lain ditampilkan koleksi biota laut dan aneka perlengkapan nelayan. Jangan lupa juga sehabis anda dari museum bahari anda balik lagi ke jl. Taman Fatahillah anda akan menjumpai banyak orang dari berbagai komunitas yang menikmati suasana sore hari disekitar taman tersebut ada yang sekedar hanya berfoto-foto dengan latar belakang gedung Fatahillah, atraksi sepeda dari para Bikers, dan Skaters bahkan bagi para pencinta fotografi juga bisa bergabung dikomunitas pencinta fotografi
Lelah berjalan-jalan menyusuri kawasan kota tua anda bisa bersantai sejenak di kafe yang berada disebelah timur pintu utama yaitu “Kafe Museum”, kafe ini merupakan sarana pelengkap dari museum Fatahillah, dengan memanfaatkan gedung tua yang berasitektur colonial dan penataan interiornya yang disesuaikan, dilengkapi dengan pernak-pernik yang mengingatkan kita pada masa colonial. Yang menarik dari kafe ini adalah daftar menu makanan yang bernuansa betawi tempo doeloe yang sudah dipengaruhi beberapa budaya seperti Cina, Arab, dan Belanda mulai dari
Portuguese steak, ong tjai ing, kwee tiaw, tuna sandwich sampai pisang goreng “Nyai Dasimah” ada dikafe ini. Jika ingin mendengarkan lagu-lagu tempo doeloe kafe ini menyajikan traditional live music seperti tanjidor, orkes keroncong, dan aneka tarian betawi.
Jika matahari sudah tenggelam anda dapat menikmati tatanan lampu ditaman Fatahillah yang indah. Tatanan lampu yang berasal dari bawah batu serta lampu-lampu yang disekeliling taman membuat atmosfer ditaman fatahillah tersebut berbeda dengan situasi pada siang hari. Hembusan angin malam yang sedikit membuat kita dingin tak mengurangi keindahan kawasan kota tua, adalagi wisata yang unik yang dapat anda nikmati yaitu “wisata malam dimuseum Fatahillah” mungkin kedengarannya cukup angker, namun wisata ini paling banyak dinikmati dengan uang Rp. 70.000,- anda akan mendapatkan fasilitas seperti makan malam, tiket masuk museum, pin, tur guide, dan kesempatan untuk menonton film tempo doeloe, cukup mahal namun sebanding dengan keindahan dan pengetahuan mengenai sejarah yang kita dapat. Tur ini sendiri biasanya dimulai sekitar pukul 18.30 hingga 22.00. “ Kota Tua emang Indah apalagi kalau malam, dan saya suka menikmati kota tua ini pada malam hari, biasanya untuk kumpul atau sekedar berkenalan dengan komunitas yang kumpul disini juga” papar Melatie Mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta. (Ta)
Menikmati Pedasnya Oseng Mercon
jakarta, 25 juni 2010
Mercon, mungkin anda sering mendengar kata tersebut dan mengidentifikasikan dengan sebuah benda yang menghasilkan suara besar apabila benda tersebut dibakar. Tapi, bagaimana jika sebuah mercon disajikan dalam makanan?, tentu anda akan bertanya makanan apakah yang bernama mercon tersebut.
Salah satu warung tenda di jalan Jendral Sudirman menyajikan masakan yang bernama oseng-oseng mercon. Nama warung tersebut adalah Pondok Srikandi, warung ini menyajikan menu-menu yang kebanyakkan didomisili makanan jawa. “Oseng-oseng mercon ini terkenal dengan rasa pedasnya yang sangat pedas serta daging sapi yang murni dan tanpa dicampur oleh tetelan” kata Erna (37) pemilik warung Srikandi yang merintis warung tenda tersebut dari nol. Erna menambahkan ia tidak mencampurkan tetelan kedalam oseng-oseng tersebut karena target pasar dirinya bukan mahasiswa, jadi harga yang ditawarkan cukup mahal yakni Rp.18.000,-/porsi, jika ia menambahkan tetelan kedalan oseng-osengnya maka harganya bisa sedikit lebih murah. Warung yang dibuka pukul 16.00 wib sampai pukul 24.00 selalu ramai dikunjungi para penikmat kuliner pedas.
Asal mula oseng-oseng mercon Srikandi ini berawal dari hobi makannya Erna saat duduk dibangku kuliah, saat itu didekat keraton ada warung bernama “oseng mercon” diwarung tersebut beraneka ragam jenis oseng-osengnya ada yang dari oseng tempe sampai oseng daging, saat ia merantau ke Jakarta ibu dua anak ini mengembangkan idenya untuk membuat oseng mercon tersebut, namun ia hanya menyajikan menu oseng mercon dan oseng bledex, dan wanita lulusan salah satu perguruan tinggi di Jogyakarta menginovasikan rasa oseng-oseng tersebut dengan campuran bumbu oriental, karena ia melihat pangsa pasar di Jakarta yang notabene penduduknya sekarang didominasi orang chinnese.
Bumbu dari oseng-oseng mercon sendiri menggunakan rempah-rempah asli dari Indonesia, yakni laos, kunyit, bawang merah, bawang putih, cabe rawit, daun jeruk, jahe, sereh, bawang Bombay, dan tomat sedangkan bumbu yang membuatnya terasa pedas adalah cabe rawit, cabe merah yang besar, paprika merah dan total dari cabai yang digunakan dalam satu porsi adalah 7 cabai. Bedanya oseng bledex dengan oseng mercon terdapat di dagingnya, oseng bledex menggunakan daging ayam, sedangkan mercon menggunakan daging sapi, bumbu yang dipakai sama bedanya hanya oseng bledex kunyitnya lebih terasa.
Menurut erna kendala dari warung Srikandi ini adalah keterbatasan modal dan pemasaran warung yang telah berdiri sejak tahun 2007 lalu, ia menuturkan bahwa keinginannya untuk mempunyai warung makan yang permanent, ia tidak nyaman dengan keadaan warungnya yang masih menggunakan tenda tersebut, walaupun tempat yang ia pakai tidak mengganggu badan jalan, tapi saat cuaca hujan warung tenda tersebut penuh air dan membuat pengunjung tidak nyaman. Satu lagi adalah keterbatasan pemasaran, karena ia seorang perantauan dari daerah, ia tidak punya saudara atau teman untuk memasarkan warung Srikandinya tersebut, ia hanya mengandalkan pemasaran dari pengunjung yang telah menjadi pelanggan tetapnya.
Selain menu oseng-oseng pedasnya ada beberapa menu lagi yang dapat menjadi pertimbangan anda jika dating ke warung Srikandi tersebut, menunya yakni aneka bebek pedas original (khas banyuwangi) dengan harga Rp.17.000,- atau aneka ayam mulai dari ayam rica-rica sampai ayam kampung bakar dengan merogoh kocek Rp. 13.000,- perut anda sudah kenyang.
Menurut Herman (22) salah satu pengunjung warung Srikandi yang baru pertama kalinya mencoba oseng mercon “Pedasnya mantap, terasa banget pedesnya waktu kita menelan makanan ini, pokoknya cocok untuk penikmat rasa pedas” ujarnya. (Ta)